Kamis, 07 Juni 2018

PERTEMUAN KE 9 ( SWITCHING )

Switching


A. Pengertian Switching

Switching adalah sistem elektronik yang dapat dipakai untuk menghubungkan jalur komunikasi.
Jaringan switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuahsirkuit yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.
Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchangesyang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.

B. Jenis Switching

·         1. Circuit Switching

            Circuit switching merupakan metodologi penerapan jaringan telekomunikasi di mana dua node jaringan membentuk suatu saluran komunikasi khusus (sirkuit) melalui jaringan sebelum node dapat berkomunikasi. Rangkaian menjamin bandwidth penuh dari saluran dan tetap terhubung selama sesi komunikasi. Fungsi sirkuit seolah-olah node secara fisik terhubung sebagai dengan sebuah rangkaian listrik.
            Contoh mendefinisikan jaringan circuit-switched adalah jaringan telepon analog awal. Ketika panggilan dilakukan dari satu telepon ke yang lain, switch dalam pertukaran telepon membuat sirkuit kawat terus menerus antara kedua telepon, selama panggilan berlangsung.
            Circuit switching berbeda dengan packet switching yang membagi data yang akan ditransmisikan menjadi paket-paket ditransmisikan melalui jaringan secara mandiri. Packet switching yang saham bandwidth jaringan yang tersedia antara sesi komunikasi.
            Dalam circuit switching, penundaan bit konstan saat sambungan berlangsung, karena bertentangan dengan packet switching, di mana antrian paket dapat menyebabkan berbagai penundaan paket transfer. Setiap sirkuit tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit dilepaskan dan koneksi baru sudah diatur. Bahkan jika tidak ada komunikasi yang sebenarnya mulai terjadi, saluran tersebut tetap tersedia untuk pengguna lain. Saluran yang tersedia untuk panggilan baru dikatakan menganggur.
            Virtual sirkuit switching adalah teknologi packet switching yang mengemulasi circuit switching, dalam arti bahwa sambungan dibuat sebelum paket yang ditransfer, dan paket yang dikirimkan secara berurutan.

·         2. Packet Switching

            Packet switching adalah jaringan metode komunikasi digital yang kelompok semua data yang ditransmisikan – terlepas dari konten, tipe struktur, atau – menjadi blok-blok berukuran yang sesuai, yang disebut paket. Packet switching fitur pengiriman variabel-bit-rate data stream (urutan paket) melalui jaringan bersama. Ketika melintasi adapter jaringan, switch, router dan node jaringan lainnya, paket buffer dan antri, mengakibatkan penundaan variabel dan throughput tergantung pada beban lalu lintas dalam jaringan.
            Packet switching yang berbeda dengan paradigma lain jaringan utama, rangkaian switching, sebuah metode yang menyiapkan sejumlah koneksi dedicated dari bit rate konstan dan penundaan konstan antara node untuk penggunaan eksklusif selama sesi komunikasi. Dalam hal biaya lalu lintas (sebagai lawan flat rate), misalnya dalam layanan komunikasi selular, switching sirkuit ini ditandai dengan biaya per satuan waktu dari waktu koneksi, bahkan ketika ada data yang ditransfer, sedangkan packet switching dicirikan dengan biaya per unit informasi.
            Dua mode paket switching yang utama ada; (1) packet switching connectionless, juga dikenal sebagai datagram switching, dan (2) beralih berorientasi koneksi paket, juga dikenal sebagai switching sirkuit virtual. Dalam kasus pertama masing-masing paket mencakup informasi pengalamatan atau routing yang lengkap. Paket-paket yang diarahkan secara individual, sehingga menyebabkan berbagai jalan yang berbeda dan out-of-order pengiriman. Dalam kasus kedua koneksi didefinisikan dan preallocated di setiap node yang terlibat selama fase koneksi sebelum semua paket ditransfer. Paket termasuk pengenal koneksi ketimbang informasi alamat, dan disampaikan dalam rangka.

PERTEMUAN 6 (JARINGAN SEDERHANA)

Jaringan Komputer Sederhana

Jaringan Komputer Sederhana Untuk Berbagi Koneksi Broadband Internet Dengan Beberapa Komputer Di rumah

Kebutuhan :

Cara membangun suatu jaringan komputer sederhana dirumah anda pada umumnya dimaksudkan untuk berbagi koneksi Internet seperti Speedy Telkom dengan beberapa komputer di lingkungan rumah anda baik jaringan kabel ataupun jaringan wireless. Saat anda berlangganan broadband Internet misalkan dari Speedy, maka fihak Telkom akan memberikan anda sebuah modem-router sederhana yang mempunyai minimum port-2 brikut ini:
1. 1 port RJ11 yang dipakai untuk koneksi ke kabel telpon, dimana port ini sebagai penghubung modem-router anda ke Internet.
2. 1 port USB yang bisa dipakai untuk menghubungkan modem-router anda langsung ke komputer menggunakan port USB dari komputer anda.
3. 1 port RJ45 sebagai port LAN 10/100 Mbps, anda bisa memanfaatkan port LAN ini untuk di koneksikan ke Switch sederhana 8 atau 12 port. Atau jika komputer anda mempunyai port NIC adapter, daripada menggunakan port USB – lebih baik menggunakan port LAN ini untuk koneksi ke NIC adapter komputer. Atau jika anda menggunakan wireless router atau Access Point, maka anda bisa memakai port ini sebagai input ke Access Point atau wireless router anda.




Konfigurasi dengan switch

Pada umumnya modem yang diberikan oleh fihak Telkom sudah merupakan modem yang termasuk didalamnya fungsi router dan juga mempunyai fungsi sebagai DHCP server juga untuk memberikan IP address pool kepada komputer yang terhubung kepada jaringan. Secara default fungsi DHCP ini adalah aktif jadi anda tidak perlu mengubahnya jika anda tidak faham betul dengan konfigurasi DHCP server.
Gambar berikut adalah modem-router paling sederhana yang biasanya diberikan fihak Telkom saat anda memulai berlangganan Speedy.
Fihak Telkom akan memberikan splitter – pembagi line menjadi dua line, satu line kabel untuk menghubungkan router-modem dan satunya lagi kearah telpon. Kedua piranti modem dan telpon ini bisa bekerja bersamaan tidak saling mengganggu satu sama lain karena menggunakan frequency yang jauh berbeda.
modem dsl port
Dengan menggunakan modem-router yang paling sederhana dari Telkom tersebut sudah bisa menghubungkan dua komputer sekaligus, satu komputer dihubungkan dengan menggunakan kabel dan port USB, satu lagi menggunakan kabel UTP cross dari LAN port router ke NIC adapter dari komputer. akan tetapi jika anda ingin menghubungkan lebih dari dua komputer anda memerlukan sebuah switch sederhana 8 atau 12 port.
Bagaimana konfigurasinya? Konfigurasi bisa diikuti menurut diagram pada gambar dibawah berikut ini.
Diagram komputer jaringan dengan switch
Setelah teknisi dari Telkom melakukan konfigurasi dari nodem-router, sebenarnya jaringan anda sudah siap dan anda tinggal menghubungkan port LAN RJ45 dari modem-router ke Switch dengan menggunakan kabel UTP yang datang bersamaan dari modem (Telkom) yang biasanya adalah merupakan kabel cross. Anda tinggal menghubungkan beberapa komputer dari Switch ke masing-2 interface NIC dari komputer dengan menggunakan kabel straight-trough.

Dari sini sebenarnya anda sudah siap, dan masing-2 komputer yang terhubung dengan Switch sudah bisa mengkases Internet Speedy secara bersamaan.

Bagaimana masing-2 komputer mendapatkan konfigurasi IP address?

Pada dasarnya modem-router anda secara default sudah aktif berfungsi sebagai DHCP server yang akan memberikan IP address secara automatis kepada komputer yang terhubung kepada switch tersebut. Yang anda perlu pastikan adalah bahwa semua komputer tersebut harus dikonfigure untuk menerima IP address secara automatis. Bagaimana caranya? Jika komputer anda sudah diinstall dengan Windows XP atau Vista, secara default dia sudah terkonfigurasi untuk menerima IP address secara automatis. Terkecuali jika anda sudah meng-utak atik konfigurasi TCP/IP nya dengan IP address manual.
Bagaimana anda melakukannya? Lakukan tahapan seperti pada kolom tabel berikut ini.
1. Pada bagian bawah kanan dilayar komputer anda perhatikan gambar komputer kembar dipojok kanan bawah.2. Jika anda tidak mendapatkannya, anda bisa melakukan tahapan berikut: Klik Start => pilih Control Panel => cari ikon ‘Network Connection’ dan lakukan dobel klik => lompat ke step 4jaringan-komputer-sederhana-i
3. Klik kanan ikon “lan connection” dan pilih ‘Open Network Connection’. Atau anda cukup klik saja ikon tersebut.jaringan-komputer-sederhana-2
4. Klik kanan ikon “lan connection” dan pilih “Property” => kemudian pilih Internet Protocol (TCP/IP) => klik “Property”jaringan-komputer-sederhana-3
5. Pastikan pada tab “general” kedua tombol radio di klik pada “obtain an IP address automatically” dan juga “obtain DNS server address automatically”jaringan-komputer-sederhana-4
Sampai disini sebenarnya masing-2 komputer anda sudah bisa terhubung dengan Internet Speedy secara bersamaan.

Bagimana jika ingin menggunakan wireless Access Point?

Tidak jauh beda dengan konfigurasi yang menggunakan Switch, anda tinggal mengganti posisi Switch dengan posisi Access Point dengan mengunakan kabel UTP yang sama.
wireless network dengan wireless access point
Secara default tanpa harus melakukan konfigurasi apapun biasanya Access Point tersebut sudah bisa menyambung kepanjangan jaringan anda lewat wireless. Ada kalanya anda harus memberikan IP address baik menerima IP address dari DHCP server (dari modem-router) atau anda memberikan IP address manual. Akan tetapi demi keamanan jaringan wireless anda, jika anda harus melindungi jaringan private anda, anda harus melakukan konfigurasi dan mengaktifkan keamanan wireless WEP atau WPA2 yang paling kuat.
Sebenarnya sudah banyak dipasaran sebuah piranti wireless router yang terintegrasi dengan modem juga dan sudah termasuk didalamnya sebuah router dengan fitur dual firewall (NAT dan SPI) 4 port RJ-45 Switch, dan juga Access Point; seperti TP-link Archer D7 yang sudah berbasis teknology wifi generasi ke lima (wireless AC). Produk ini salah satu modem wifi speedy yang sangat terkenal tangguh, harganya sekitaran Rp.1,7 jutaan.
Tentu saja jaringan seperti ini adalah jaringan LAN sederhana yang diperuntukkan dalam rumahan, sederhana tidak sekompleks untuk membuat koneksi jaringan LAN seperti dalam suatu organisasi IT yang besar. Dalam suatu infrastruktur jaringan yang besar, anda tidak saja hanya membuat design jaringan yang kompleks saja, akan tetapi harus juga memikirkan suatu rencana penyelamatan dan pengembalian system jaringan anda in case terjadi suatu bencana.
Check juga:

PERTEMUAN 5 (TOPOLOGI JARINGAN)

Pengertian dan Jenis - Jenis Topologi Jaringan

Topologi jaringan adalah suatu aturan atau cara untuk menghubungkan komputer yang satu dengan komputer yang lainnya sehingga membentuk suatu jaringan. Topologi jaringan juga dapat didefinisikan sebagai gambaran secara fisik dari pola hubungan antara komponen jaringan, yang meliputi Server, Workstation, Hub, dan pengkabelannya.

Pengertian dan Jenis - Jenis Topologi Jaringan - TutorialCaraKomputer.com

Dalam pemilihan topologi harus dipertembangkan pada beberapa faktor, hal ini akan mempengaruhi kualitas, efektivitas dan efisiensi juga, faktor-faktor tersebut diantaranya sebagai berikut :
  1. Biaya
  2. Kecepatan
  3. Lingkungan
  4. Ukuran
  5. Konektivitas

Topologi jaringan sendiri terbagi menjadi dua yaitu:
  1. Physical. Merupakan gambaran fisik dari hubungan antara perangkat (komputer, server, hub, switch, dan kabel jaringan) yang membentuk suatu pola khusus
  2. Logical. Merupakan gambaran bagaimana suatu perangkat dapatberkomunikasi dengan perangkat lainnya.

Berikut jenis-jenis topologi jaringan:


1. Topologi BUS

Pengertian dan Jenis - Jenis Topologi Jaringan - TutorialCaraKomputer.com

Pada topologi Bus semua komputer dihubungkan secara langsung pada media transmisi dengan konfigurasi yang disebut Bus. Kebel untuk menghubungkan jaringan ini biasanya menggunakan kebel koaksial. Setiap Server dan Workstation yang disambungkan pada Bus menggunakan konektor T (T-Connector). Pada kedua ujung kabel harus diberi Terminator berupa Resistor yang memiliki resistansi khusus sebesar 50 Ohm yang berwujud sebuah konektor, bila resistansi dibawah maupun diatas 50 Ohm, maka Server tidak akan bisa bekerja secara maksimal dalam melayani jaringan, sehingga akses User atau Client menjadi menurun. Sekarang ini, topologi bus sering digunakan backbone (jalur utama), dengan menggunakan kabel Fiber Optik sebagai media transmisi.

Keunggulan topologi Bus:
  1. Penggunaan kabel sedikit, sehingga terlihat sederhana dan hemat biaya.
  2. Pengembangan menjadi mudah.

Kelemahan topologi Bus:
  1. Jaringan akan terganggu bila salah satu komputer rusak.
  2. Jika tingkat traffic tinggi dapat menyebabkan kemacetan.
  3. Membutuhkan Repeater untuk jarak jaringan yang terlalu jauh (jika menggunakan kabel coaxial).
  4. Bila terjadi gangguan yang terlalu serius, maka proses pengiriman data menjadi lambat karena lalu lintas jaringan penuh dan padat akibat tidak ada pengontrol User.
  5. Deteksi kesalahan sangat kecil, sehingga bila terjadi gangguan maka sulit sekali mencari kesalahan tersebut.


2. Topologi Star

Pengertian dan Jenis - Jenis Topologi Jaringan - TutorialCaraKomputer.com

Pada Topologi jaringan Star, setiap Workstation dihubungkan dengan menggunakan alat penghubung terpusat atau yang disebut dengan konsentrator. Masing – masing Workstation tidak saling berhubungan. Jadi setiap Workstation yang terhubung ke konsentrator tidak akan dapat berinteraksi atau berkomunikasi sebelum konsentrator dihidupkan. Bila Konsentrator dimatikan, maka seluruh koneksi jaringan akan terputus. Bila dibandingkan dengan sistem topologi jaringan Bus, sistem ini mempunyai tingkat kerumitan jaringan yang lebih sederhana, hanya saja pada sistem ini membutuhkan konsentrator.

Pada topologi ini beban yang dipikul oleh konsentrator cukup berat, dengan demikian tingkat kerusakan atau gangguan dari sentral ini lebih besar. Hubungan antar Workstation akan dilakukan melalui peralatan yang disebut konsentrator, sehingga setiap Workstation dihubungkan dengan kabel jaringan ke konsentrator. Jadi, tidak ada hubungan kabel antar Workstation. Pada topologi Star, penambahan Workstation tidak akan mengganggu sistem yang sedang bekerja, tinggal menambah kabel dari Workstation ke konsentrator. Begitu pula jika salah satu Workstation kabelnya terputus atau terjadi kerusakan, maka tidak akan mengganggu Workstation lain yang sedang bekerja. Yang bertindak sebagai konsentrator dalah Hub dan Switch.

Keunggulan topologi Star:
  1. Fleksibel dalam hal pemasangan jaringan baru, tanpa mempengaruhi jaringan yang sudah ada sebelumnya.
  2. Bila salah satu kabel koneksi User putus, maka hanya komputer  User yang bersangkutan saja yang tidak berfungsi dan tidak mempengaruhi User yang lain (keseluruhan hubungan jaringan masih tetap bekerja).

Kelemahan topologi Star:
  1. Boros dalam pemakaian kabel, jika dihubungkan dengan jaringan yang lebih besar dan luas.
  2. Bila pengiriman data secara bersamaan waktunya, dapat terjadi Collision.


3. Topologi Ring

Pengertian dan Jenis - Jenis Topologi Jaringan - TutorialCaraKomputer.com

Untuk membentuk jaringan cincin, setiap sentral harus dihubungkan seri satu dengan yang lain dan hubungan ini akan membentuk Loop tertutup. Dalam sistem ini setiap sentral harus dirancang agar dapat berinteraksi dengan sentral yang berdekatan maupun berjauhan. Dengan demikian topologi ini memiliki kemampuan melakukan Switching ke berbagai arah Workstation. Keuntungan dari topologi jaringan ini antara lain adalah tingkat kerumitan jaringan rendah (sederhana). Topologi ini sering digunakan untuk jaringan yang luas pada satu kota dengan menggunakan media transmisi kabel fiber optik, misalnya untuk menghubungkan beberapa ISP pusat dan cabang dalam satu kota.

Keunggulan topologi Ring:
  1. Hemat kabel.
  2. Untuk membangun jaringan dengan topologi ini lebih murah bila dibandingkan dengan topologi Star.

Kelemahan topologi Ring:
  1. Sangat peka terhadap kesalahan jaringan.
  2. Sukar untuk mengembangkan jaringan, sehingga jaringan tersebut nampak menjadi kaku.
  3. Biaya pemasangan lebih besar.


4. Topologi Tree

Pengertian dan Jenis - Jenis Topologi Jaringan - TutorialCaraKomputer.com

Topologi Tree atau juga disebut sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan susunan yang berbeda. Topologi Tree merupakan pengembangan dari topologi Star. Pada topologi Tree setiap tingkai atau Node akan dihubungakan pada pusat atau konsentrator (Hub atau Switch) yang berada pada awal Trafic rangkaian.

Pada dasarnya, topologi Tree merupakan gabungan dari beberapa topologi Star, sehingga keunggulan dan kelemahan dalam topologi ini hampir sama dengan topologi Star.

Keunggulan topologi Tree:
  1. Mudah dalam pengembangan jaringan.
  2. Mudah dalam mendeteksi kerusakan.
  3. Jika salah satu kabel sub-Node, maka sub-Node yang lain tidak akan terganggu.

Kelemahan topologi Tree:
  1. Jika salah satu konsentrator atau sentral Node mengalami kerusakan, maka sub-Node yang ada dibawahnya akan terganggu.


5. Topologi Mesh

Pengertian dan Jenis - Jenis Topologi Jaringan - TutorialCaraKomputer.com

Topologi Mesh merupakan topologi yang dibangun dengan memasang Link diantara semua Node. Topologi jaringan ini menerapkan hubungan antar sentral secara penuh atau Fully-Connected Mesh, yaitu sebuah jaringan dimana setiap Node terhubung langsung ke semua Node yang lain. Jumlah saluran atau Link yang harus disediakan untuk membentuk jaringan topologi Mesh adalah jumlah Node (Station) dikurang 1 (n-1, n = Jumlah Node). Misal, jika semua Node dalam jaringan terdapat 5 Node, maka setiap Node harus me-Link (menyambung) ke 4 Node lainnya.

Topologi Mesh biasanya digunakan pada ISP (Internet Service Provider) untuk memastikan bila terjadi kerusakan pada salah satu sistem komputer maka tidak akan mengganggu hubungan jaringan dengan sistem komputer lain dalam jaringan.

Keunggulan topologi Mesh:
  1. Topologi Mesh memiliki tingkat Redundancy yang tinggi, sehingga jika terdapat satu Link yang rusak maka suatu Node (Station) dapat mencari Link yang lainnya.

Kelemahan topologi Mesh:
  1. Membutuhkan biaya yang cukup besar, karena membutuhkan banyak kabel, setiap Node harus dipasang LAN Card sebanyak n-1 (n=Jumlah Node).
  2. Jaringan ini tidak praktis.

Kamis, 05 April 2018

Tata Cara Crimping Kabel Cross/Straight


Cara Crimping Kabel UTP ke RJ-45 (Straight dan Cross)


Cara Crimping Kabel UTP ke RJ45 (Straight dan Cross). Setelah mengetahui Berbagai Kabel Jaringan Komputer Lan, kita akan melakukan crimping terhadap kabel UTP menggunakan konektor RJ-45 agar bisa digunakan untuk menghubungkan hardware komputer.


nah, sebelum kita mulai, bahan-bahan yang harus dipersiapkan adalah kabel utp, konektor RJ-45, dan Tang crimping dan kalo lebih bagus kalo kamu ada Lan Tester untuk menguji kabel, jika tidak, masih bisa menggunakan cara lain untuk menguji nya..






Tang Crimping


Kabel UTP



Lan Tester



RJ-45
Kabel UTP terdiri dari 2 jenis, yaitu Straight dan Cross, kabel straight digunakan untuk menghubungkan dua buah hardware yang berbeda seperti menghubungkan PC ke Switch/Hub, dan kabel Cross digunakan untuk menghubungkan dua buah hardware yang sama seperti dari PC ke PC, Laptop ke Laptop.Cara Crimping Kabel UTP ke RJ-45





Pengertian IP Address Adalah dan Kelas IP Address
Untuk membuat kabel Straight, susunan warna yang digunakan adalah :
Sususan warna pada ujung 1 = Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat
Sususan warna pada ujing 2 sama dengan ujung 1.Untuk membuat kabel Cross, susunan warna yang digunakan adalah :
Susunan warna pada ujung 1 = Putih Orange, Orange, Putih Hijau, Biru, Putih Biru, Hijau, Putih Coklat, Coklat
Susunan warna pada ujung 2 yaitu = Putih Hijau, Hijau, Putih Orange, Biru, Putih Biru, Orange, Putih Coklat, Coklat

LANGKAH LANGKAH CRIMPING KABEL STRAIGHT DAN CROSS.

Cara Crimping Kabel UTP ke RJ-45
1. Kupas kulit kabel selebar 2 cm.
2. Susun rapi delapan kabel yang terdapat didalam sesuai dengan gambar dan penjelasan diatas.
3. Luruskan kabel yang masih kusut.
4. Ratakan ujung kabel dengan memotong nya menggunakan tang crimping.
5. Setelah yakin urutan warna benar dan ujung kabel sudah rata, masukan kabel kedalam konektor RJ-45 , pastikan ujung kabel menyentuh ujung RJ-45, dan jepitlah menggunakan Tang Crimping.
6. Setelah menyelesaikan kedua ujung kabel, uji menggunakan Lan tester, jika semua lampu menyala, berarti kabel tersebut telah di crimping dengan benar dan bisa digunakan.

PERTEMUAN 4 ( INSTALASI MEDIA TRANSMISI JARINGAN )

Jenis-Jenis Media Transmisi Jaringan: Perlu kita pahami bahwa dikatakan sebuah jaringan komputer jika mempunyai tiga syarat yang sudah terpenuhi yaitu harus ada perangkat Jaringan yang akan dihubungkan, terdapat Media transimisi yang digunakan untuk menghubungkan antar perangkat tersebut dan harus ada layanan yang akan diberikan pada jaringan misalnya DNS server. Akan tetapi pada kesempatan ini saya akan fokuskan pada Media Jaringan komputer atau ada juga yang menyebutkan sebagai Media transmisi.

Apa itu Media Jaringan ?

Media jaringan atau media transmisi merupakan media yang digunakan untuk menghubungkan satu perangkat dengan perangkat yang lainnya. Dalam jaringan, semua media yang dapat menyalurkan gelombang listrik, gelombang elektromagnetik ataupun gelombang cahaya dapat dipakai sebagai media jaringan, baik untuk pengiriman dan penerimaan data.
Dalam jaringan komputer dikenal ada tiga jenis media transmisi yang dapat digunakan yaitu media tembaga (cooper media), Optic Media (Fiber Optic) dan frekuensi radio (wireless).

Media yang mana yang cocok untuk digunakan?

Semua media (media tembaga, fiber optic maupun wireless) mempunyai kelebihan dan kekurangan masing masing. Akan tetapi sebelum anda menentukan jenis media yang digunakan ada baiknya anda memperhatikan faktor-faktor berikut:
  1. Harga
  2. Keandalan (reliability)
  3. Kemudahann instalasi dan perawatan
  4. Laju pengiriman data maksimal
  5. Keamanan data
  6. Ketahanan terhadap interferensi
  7. Kemudahan konfigurasi

A. Cooper Media (Media Tembaga)

Copper media merupakan semua media transmisi data yang inti media untuk mengirimkan datanya terbuat dari bahan tembaga contohnya kabel UTP. Pada media ini, data yang dikirimkan dari satu perangkat ke perangkat lainnya berbentuk sinyal-sinyal listrik (tegangan atau arus) digital.
Adapun Kelebihan dari media tembaga diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Mempunyai harga yang relatif lebih Murah
  2. Jarak jangkauan yang luas
  3. Dapat digunakan untuk menyalurkan informasi sampai dengan 900 kanal telepon
  4. Karena menggunakan penutup isolasi maka kecil kemungkinan terjadi interferensi dengan system lain.
Sedangkan kekurangan dari media tembaga diantaranya adalah :
  1. Instalansi yang rumit
  2. Redaman yang relative besar, sehingga untuk hubungan perangkat yang jaraknya jauh harus dipasang repeater-repeater.
  3. Jika kabel dipasang diatas tanah, rawan terhadap gangguan-gangguan fisik yang dapat berakibat putusnya hubungan.
Adapun contoh dari media tembaga adalah kabel STP, Kabel UTP dan kabel Coaxial. Sedangkan jarak maksimal pemasangan dan troughput yang dihasilkan tergantung dari jenis kabel yang digunakan misalkan untuk kabel UTP maksimal jarak yang diijinkan maksimal 100 meter dan kabel Coaxial mampu mencapai jarak 500 meter.

Ada Dua jenis copper media (media tembaga) yang biasa digunakan dalam jaringan komputer diantaranya Kabel Coaxial dan Kabel Twisted.
  1. Kabel Coaxial
Dikenal dua jenis kabel coaxial, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable(mempunyai diameter lebih kecil) dengan konektor yang digunakan adalah konektor BNC.

Thick coaxial cable (Kabel Coaxial “gemuk”)

Kabel coaxial jenis ini dispesifikasikan berdasarkan standar IEEE 802.3 10BASE5, dimana kabel ini mempunyai diameter rata-rata 12mm, dan biasanya diberi warna kuning. Kabel jenis ini biasa disebut sebagai standard ethernet atau thick Ethernet, atau hanya disingkat ThickNet,atau bahkan hanya disebut sebagai yellow cable. Kabel Coaxial ini (RG-6) jika digunakan dalam jaringan mempunyai spesifikasi dan aturan sebagai berikut :
  • Setiap ujung harus diterminasi dengan terminator 50-ohm (dianjurkan menggunakan terminator yang sudah dirakit, bukan menggunakan satu buah resistor 50-ohm 1 watt, sebab resistor mempunyai disipasi tegangan yang cukup lebar).
  • Maksimum 3 segment dengan peralatan terhubung (attached devices) atau berupa populated segments.
  • Setiap kartu jaringan mempunyai pemancar tambahan (external transceiver).
  • Setiap segment maksimum berisi 100 perangkat jaringan, termasuk dalam hal ini repeaters.
  • Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
  • Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
  • Setiap segment harus diberi ground.
  • Jarak maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
  • Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter).

Thin coaxial cable (Kabel Coaxial “Kurus”)

Kabel coaxial jenis ini banyak dipergunakan di kalangan radio amatir, terutama untuk transceiver yang tidak memerlukan output daya yang besar. Untuk digunakan sebagai perangkat jaringan, kabel coaxial jenis ini harus memenuhi standar IEEE 802.3 10BASE2, dimana diameter rata-rata berkisar 5mm dan biasanya berwarna hitam atau warna gelap lainnya. Setiap perangkat (device) dihubungkan dengan BNC Tconnector. Kabel jenis ini juga dikenal sebagai thin Ethernet atau  ThinNet. Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut :
  • Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
  • Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
  • Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices).
  • Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
  • Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
  • Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
  • Panjang minimum antar TConnector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
  • Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).

2.Twisted Pair Ethernet

Kabel Twisted Pair ini terbagi menjadi dua jenis yaitu shielded twisted pair (STP) dan unshielded twisted pair (UTP). STP adalah jenis kabel yang memiliki selubung pembungkus sedangkan UTP tidak mempunyai selubung pembungkus. Untuk koneksinya kabel jenis ini menggunakan konektor RJ-11 atau RJ-45.
Dari gambar diatas dapat kita lihat bahwa terdapat 4 pasang kabel dalam sebuah kabel  twisted dimana setiap pasang kabel saling melilit dan mempunyai warna yang berbeda pada tiap kabelnya. Untuk dapat terhubung ke komputer, maka setiap kabel harus di masukkan kedalam konektor yang disebut konektor RJ-45 dengan susunan kabel yang mengacu terhadap standar jaringan. Ada dua jenis standar dalam pengurutan warna kabel yang digunakan yaitu standar TIA/EIA 568A dan TIA/EIA 568B. Adapun urutan warna kabelnya sebagai berikut:
Dari kedua urutan warna kabel tersebut maka lahirlah beberapa jenis instalasi kable UTP yang disebut dengan kabel straigth-through, crossover dan rollover.

  1. Kabel Straigth-through (straigth) 
Kabel straigth digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang berbeda. Misal digunakan untuk menghubungkan Komputer dengan Switch atau menghubungkan switch dengan router.
Dikatakan kabel Straigth jika pemasangan konektor pada kedua ujung kabel diurutkan dengan menggunakan medode yang sama. misal pada ujung kabel dikonektor A diurutkanan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568A, maka pada ujung kabel dikonektor B pun harus diurutkan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568A. Begitupun juga sebaliknya jika ujung kabel dikonektor A diurutkan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568B, maka ujung kabel dikonektor B pun harus diurutkan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568B.
Gambar susunan kabel Straigth

2. Kabel Crossover

Secara standar fungsi dari kabel Crossover digunakan untuk menghubungkan dua perangkat jaringan yang sama misalnya digunakan untuk menghubungkan Komputer dengan Komputer atau switch dengan switch
Dikatakan kabel Crossover jika pemasangan konektor pada kedua ujung kabel diurutkan dengan menggunakan metode yang berbeda (silang). Misal pada ujung kabel dikonektor A diurutkan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568A, maka pada ujung kabel dikonektor B harus diurutkan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568B. Atau sebaliknya jika ujung kabel dikonektor A diurutkan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568B, maka urutan kabel dikonektor B harus diurutkan dengan menggunakan metode TIA/EIA 568A.
Gambar Susunan Kabel Crossover

3. Kabel Rollover

Kabel rollover digunakan hanya untuk converter DB9 (port serial pc) ke port console,  untuk melakukan manajemen. Kabel  rollover digunakan untuk menghubungkan switch (manageable) dengan pc dan Router ke pc.
Jika menggunakan konektor RJ-45 maka kabel rollover bisa dibuat dengan membalik urutan kabel antara ujung kabel dikonektor A dengan ujung kabel dikonektor B. Misal jika dikonektor A menggunakan urutan kabel dengan metode TIA/EIA 568B yang dimulai dari pin 1 di konektor A dengan warna kabel putih-orange, maka dikonektor B kabel tersebut (warna putih-orange) disimpan pada pin ke 8, kemudian pin ke-2 di konektor A yaitu warna kabel Orange, maka dikonektor B kabel tersebut disimpan pada pin ke-7 dan seterusnya. Lebih jelasnya terlihat pada gambar berikut:
Gambar susunan Kabel Rollover

B. Optic Media (Fiber Optik)

Fiber optic merupakan sebuah Teknologi kabel yang menggunakan benang serat kaca atau plastik untuk mengirimkan data agar sampai ke tujuannya. Kabel Fiber optic terdiri dari seikat benang kaca, yang masing-masing mampu mentransmisi pesan modulasi ke gelombang cahaya. serat  kaca  biasanya memiliki diameter sekitar 120 mikrometer yang digunakan untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari suatu tempat ke tempat lain hingga jarak 50km tanpa menggunakan repeater. Berikut bagian-bagian dari kabel fiber optic beserta konektor yang digunakan:
Kelebihan fiber optic diantaranya :
  1. Kemampuan mengirim data dengan kapastitas yang besar dan jarak yang jauh.
  2. Kecepatan transmisi hingga mencapai gigabits
  3. Tingkat keamanan fiber optic yang tinggi
  4. Tahan terhadap gangguan elektromagnetik
  5. Lebih menghemat tempat, dibandingkan dengan kabel tembaga.
Adapun Kekurangan dari kabel fiber optic diantaranya adalah:
  1. Harganya yang cukup mahal
  2. instalasi yang cukup rumit.
Karena materi mengenai fiber optik sangat banyak, maka untuk lebih jelasya silahkan baca juga mengenai penjelasan fiber optik pada artikel-artikel akan dijelaskan berikutnya.

C. Wireles Media

Wireless Media merupakan suatu media transmisi data yang tidak memerlukan kabel dalam proses transmisinya, media ini memanfaatkan sebuah antena untuk transmisi di udara, ruang hampa udara, atau air. Pada sisi pengiriman / transmisi Antena menyebarkan energy elektromagnetik ke dalam media (biasanya udara), sedangkan untuk sisi penerimaan sinyal, antena menangkap gelombang elektromagnetik dari media.
Untuk lebih jelas mengenai jenis antena yang biasa digunakan untuk jaringan komputer silahkan anda pahami pada artikel Jenis-jenis Antena Jaringan.

Media Wireless mempunyai beberapa kelebihan diantaranya:
  1. Mobilitas
  2. Proses instalasi cepat
  3. Fleksibilitas Tempat
  4. Pengurangan anggaran biaya
  5. Jangkauan luas
  6. Tidak mengurangi kerapian ruangan

Sedangkan kelamahan yang dimiliki dari media wireless diantaranya sebagai berikut:
  1. Kecepatan transfer data terbatas
  2. Alatnya cukup mahal.
  3. Mudah mendapatkan Interferensi Gelombang
  4. Kapasitas jaringan terbatas.
  5. Keamanan data kurang terjamin.
  6. Intermittence ( sinyal putus-putus )
Perlu diketahui juga bahwa Keamanan suatu jaringan ketika menggunakan wireless sebagai  media transmisi, tergantung dari kekuatan perangkat dan keahlian yang dimiliki oleh teknisinya. Sedangkan luas area jangkauan biasanya sebanding dengan harga yang dikeluarkan untuk membeli perangkat yang digunakan.
Demikian penjelasan dari jenis-jenis media transmisi  jaringan  yang bisa saya sampaikan mudah-mudahan bermanfaat dan bisa menambah pengetahuan bagi kita semua. Aamiin..

PERTEMUAN KE 14 ( PEMBUATAN JARINGAN SEDERHANA 3 )

Membuat Jaringan Komputer LAN Sederhana Apabila mempunyai  komputer lebih dari satu, dan masing-masing komputer ingin terhubung antara...